alasan ketidak/contrenganku...pada pesta demokrasi..
Ku kritis dengan yang anarkis karena mereka menganggap negeri ini bagai kue kismis, dibagi-bagi dan lalu diiris-iris. Rakyat dianggap pengemis dan tak lebih bagian dari bisnis. Ku cermat-cermat memantau ciri-ciri yang anarkis yaitu suka bombastis, tidak realistis, non faktualis, apalagi yang kampanye erotiss duhh bikin hati ini mirisss…
Aku tidak mau memilih mereka yang ingin menjadi saudagar, yang akan membuat BUMN-BUMN buyar, rakus dikeruk dan perut bumi pun menjadi lapar, negara lain berpesta gebyar-gebyar, sedangkan rakyat ini tambah mahal saja membayar, tidak boleh sekolah tinggi-tinggi apalagi sakit parah-parah.
Tapi ku salut dengan yang menjual urusan perut, gampang sekali suara rakyat direbut karena mereka sedang kalut. Tapi kasihan rakyat karena negara ini bukan toko yang jualan isu sembako, dagang sana dagang ini….proyek sana masuk kantong sini.
Kasihan rakyat jelata mudah terbius dengan kata-kata, mabuk dengan pesona, raga, harta dan pula wibawa.
Aku sich nurut dengan partai yang tidak carut marut.
Carut marut bisa jadi potret keadaan di dalam yang semrawut. Dan apakah negara ini juga mau dibawa ke keadaan kalut hingga semaput?
Juga mengawasi politisi busuk yang masih bebas kasak kusuk.
Karena janji2 sebagian dari mereka seperti halnya (maaf) bau dari kentut dan ketek kecut.
Namun sebagian lagi ada bau kesturi dari mereka yang benar2 perduli
Mereka yang legawa menganggap politik bukan kendala tapi sebagai kendara
Mereka yang bermodal dari partai lebih baik daripada harta mereka yang tergadai.
Karena bisa saja harta telah terbuang nanti hak rakyat yang jadi bumerang
Disitu harta makin membumbung disana sini perut lapar membusung
Juga mmoh pilih yang lagaknya seperti preman duh nanti eman-eman zaman makin edan
Kupilih yang kampanyenya tertib tidak nyusahin tramtib
Kalau kita intelek maka tidak pilih yang jelek
Yang pasti ku tidak mencontreng hanya karena terlihat mentereng
Ku lihat bukti2 bukan janji2
Ku cari-cari fakta yang ada di depan mata kecuali buta
Berusaha objektif dan tidak permissif
Melihat sistem bukan person
Memilih caleg yang kaderisasi bukan yang comot sana sini
Telah terbukti bersih milih pun tidak risih
Mengikuti kata hati tidak merasa bersalah dibawa mati
Tidak golput kecuali aku dalam keadaan semaput
Jikala kita abai maka rakyat kan tergadai
Aku hanya ingin bumi pertiwi ini kembali
Agar uang gampang dicari, asalkan para suami tidak tergoda kembali untuk nambah istri…hehehe
Kutulis ini agar bisa berbagi kepada mereka dan kami para calon pemimpin negri agar bisa memakai hati dan intuisi untuk tetap berkompentensi di pesta demokrasi nanti...
Coz everybody is now free to talk, talk and talk, maka beginilah kebablasan reformasi, mudah mudahan memberi inspirasi.....miinnn aminn..
Labels: politics

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home