It'S aLL aBout me AnD my Stuff

My mother, then my mother, till the last day of my life.. Love from the first moment of my life And her concern is mine

Sunday, April 5, 2009

alasan ketidak/contrenganku...pada pesta demokrasi..

Ku kritis dengan yang anarkis karena mereka menganggap negeri ini bagai kue kismis, dibagi-bagi dan lalu diiris-iris. Rakyat dianggap pengemis dan tak lebih bagian dari bisnis. Ku cermat-cermat memantau ciri-ciri yang anarkis yaitu suka bombastis, tidak realistis, non faktualis, apalagi yang kampanye erotiss duhh bikin hati ini mirisss…

Aku tidak mau memilih mereka yang ingin menjadi saudagar, yang akan membuat BUMN-BUMN buyar, rakus dikeruk dan perut bumi pun menjadi lapar, negara lain berpesta gebyar-gebyar, sedangkan rakyat ini tambah mahal saja membayar, tidak boleh sekolah tinggi-tinggi apalagi sakit parah-parah.

Tapi ku salut dengan yang menjual urusan perut, gampang sekali suara rakyat direbut karena mereka sedang kalut. Tapi kasihan rakyat karena negara ini bukan toko yang jualan isu sembako, dagang sana dagang ini….proyek sana masuk kantong sini.

Kasihan rakyat jelata mudah terbius dengan kata-kata, mabuk dengan pesona, raga, harta dan pula wibawa.

Aku sich nurut dengan partai yang tidak carut marut.

Carut marut bisa jadi potret keadaan di dalam yang semrawut. Dan apakah negara ini juga mau dibawa ke keadaan kalut hingga semaput?

Juga mengawasi politisi busuk yang masih bebas kasak kusuk.

Karena janji2 sebagian dari mereka seperti halnya (maaf) bau dari kentut dan ketek kecut.

Namun sebagian lagi ada bau kesturi dari mereka yang benar2 perduli

Mereka yang legawa menganggap politik bukan kendala tapi sebagai kendara

Mereka yang bermodal dari partai lebih baik daripada harta mereka yang tergadai.

Karena bisa saja harta telah terbuang nanti hak rakyat yang jadi bumerang

Disitu harta makin membumbung disana sini perut lapar membusung

Juga mmoh pilih yang lagaknya seperti preman duh nanti eman-eman zaman makin edan

Kupilih yang kampanyenya tertib tidak nyusahin tramtib

Kalau kita intelek maka tidak pilih yang jelek

Yang pasti ku tidak mencontreng hanya karena terlihat mentereng

Ku lihat bukti2 bukan janji2

Ku cari-cari fakta yang ada di depan mata kecuali buta

Berusaha objektif dan tidak permissif

Melihat sistem bukan person

Memilih caleg yang kaderisasi bukan yang comot sana sini

Telah terbukti bersih milih pun tidak risih

Mengikuti kata hati tidak merasa bersalah dibawa mati

Tidak golput kecuali aku dalam keadaan semaput

Jikala kita abai maka rakyat kan tergadai

Aku hanya ingin bumi pertiwi ini kembali

Agar uang gampang dicari, asalkan para suami tidak tergoda kembali untuk nambah istri…hehehe

Kutulis ini agar bisa berbagi kepada mereka dan kami para calon pemimpin negri agar bisa memakai hati dan intuisi untuk tetap berkompentensi di pesta demokrasi nanti...

Coz everybody is now free to talk, talk and talk, maka beginilah kebablasan reformasi, mudah mudahan memberi inspirasi.....miinnn aminn..

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Crazy - Anggun